.: PART 1 :.
Alkisah disebuah kerajaan di dataran pulau Jawa yang sangat terkenal dengan kekayaan alamnya dan kemolekan para gadis desanya. Pagi sangat cerah, burung-burung berkicau gembira, dedaunan bergemerisik digoda angin, dan angin tak dapat membaca. Tampak tiga orang prajurit yang sedang bersenda gurau sambil mengasah dan membersihkan tombak untuk berburu. (*ini bener2 tombak yg ujungnya lancip, bukan tombak si prajurit yg tumpul).
"Cipto, kowe ora kesel ta? kok dari tadi bolak-balik ngangkati batang pohon?"
"Heegghh.. aahh, gpp sudah biasa, kan aku perkasa..hohohoho".
Yanto cuma geleng-geleng kepala sambil terus gosok tombak (*ajeb..ajeb..ajeb..ajeb -> geleng-geleng kepala). " itu si Tarjo ngapain coba gelantungan dari tadi di po'on kesemek?". Sambil nunjuk ke Sutarjo yg lagi main ayun-ayunan pake tali kolor..
"PRAJURIIITTT....!!!!". Komandan kenceng teriak kayak Tarzan.
"SIAP KOMANDAN..!!". Sucipto, Suyanto, Sutarjo teriak gak kalah kenceng sambil langsung baris.
"Hari ini saya ada tugas penting untuk kalian bertiga. Karena mbok Surti cs sedang cuti, maka segala tugas-tugas beliau saya delegasikan kepada kalian bertiga, MENGERTI!!!. Sekarang bubar.."
"SIAP KOMANDAN..!!".
"Kerjaan mbok Surti?? kok kita sih yang ngerjain yah?". Ujar Cipto sambil garuk-garuk kepala (bawah) *halah...*
"Iyo, iku kan kerjoane wedok, yo umbah-umbah, kora-kora, ngepel lantai. Iki jenenge bukan emansipasi pria". Yanto protes.
"Betul, masa kerjaan ecek-ecek kayak gitu kita yang ngerjain". Tarjo ikutan ngedumel. "harusnya kan kita perang ato berburu, prajurit kok ngangkatin jemuran, yek gilani"
"Tapi mau gimana lagi, wong iki perintah Komandan, ya.. terpaksa kita kerjakan". Cipto mengajak kedua temannya unutk segera mengemban tugas barunya.
"To, cepetan angkut tu tumpukan cucian, diriku sama Tarjo nunggu di kali yo!"
Cipto yang badannya paling besar langsung mengangkat tumbukan cucian untuk dibawa ke kali.
"Hih...kok aku kebagian nyuci daleman sih? mana baunya udah gak ketulungan, kotorannya gak mau ilang". Tarjo keringetan ngamplas kolor merk bajol warna ijo.
"Masih enak tuh, diriku kebagian nyuci seprei baginda raja yang tau sendiri ranjangnya segede buto".
" Eh, jeh, sopo iku?? ono wedok mayan sehat tuh" tunjuk Yanto ke arah seorang gadis manis berambut panjang kuncir kuda pita merah bando biru.
"Permisi mas, mo ikutan nimbrung nyuci bareng nih.."
"Oo..ya..ya..monggo. Aduh cah ayu sopo jenenge?" Tarjo mulai mengeluarkan jurus2nya.
"Retno, Mas.." sambil mesem-mesem.
"Aduh...namanya Retno yah, manis banget kayak orangnya"Cipto mulai nakal sambil colek-colek sabun colek trus...ya nyikat lagi.
"Retno..." Tarjo masih pasang jurus. "Mau cuciin punya mas gak? nanti mas cuciin juga "punya" dek Retno....". "Huohohohoho...Hhrrr...!!" Tarjo ketawa nafsu... Yanto terlihat masih nyuci.
"Ih, mas-mas kok pada nakal sih, masa prajurit kerjanya nyuci pake goda-goda lagi...huh jijay deh". Retno sewot.
"halah.. jadi cewek kok sewot sih, kita-kita kan lekong ganteng bok..huehehe" (*kok jadi gini bahasanya)
"Iya neh, kita-kita kan perlu hiburan. jadi cowok kan capek kudu bekerja demi kelangsungan hidup, jadi boleh donk hiburan dikit"
"Enak aja, cewek itu harus disayangi dan di hormati, gak seenaknya bisa dimacem-macemin". Sambil lirik yanto yang tetep lagi nyuci.
"Jadi cewek itu sih gampang, tinggal nyuci kyak gini kerjanya sama masak, ya gak?". Cipto sama Tarjo mangut-mangut.
"Duh..Retno kalo gi ngambek jadi tambah imut, cubit dikit donk pipinya" Tarjo langsung nyubit pipi Retno. Cipto ikutan kitik-kitik si Retno. Retno panik, Retno tercebur ke kali, Retno basah (*ya iyalah...namanya juga kecebur kali). Retno basah kuyup, semakin terlihat bentuk tubuh Retno yang sintal. Tarjo ternganga, Cipto ileran, Yanto tetep nyuci. Kemben Retno sedikit melorot, Tarjo jadi nelen ludah, Cipto ileran makin deres, Yanto nyuci pake iler Cipto.
*Mengingat sudah mulai banyak anak-anak dibawah umur yg mengakses internet dan suka surfing bloq maka adegan ini akan di percepat*
Tiba-tiba....."DHUUUAARR..." Terdengar suara petir menggelegar memecahkan keheningan suasana hati di pagi hari. Tarjo makin ternganga, Cipto ileran sambil ingusan. Yanto pake payung biar gak kena iler Cipto, sambil nyuci.
Kemudian muncul sosok besar berjenggot tebal. "Wahai prajurit-prajurit nakal, kalian ternyata tidak menghargai seorang wanita, kalian tidak mengerti keinginan kaum wanita"
"Ss..siapa anda kisana?" Cipto ketakutan.
"Aku adalah Dewi kesetiaan".
"Tt..tapi Dewi kok Jenggotan??" Tarjo keceplosan.
"Hmm...kita seorang Dewi yang dobel stater, bisa dipake depan belakang...hhmm..". sambil melet-melet.
Tarjo pingsan, Cipto muntah, Yanto nyuci.
"Karena kalian sudah menghina kaum wanita, sudah tidak menghormati wanita, dan telah berbuat tidak senonoh terhadap wanita, maka kalian bertiga akan ku kutuk menjadi wanita dan ku kirim kalian ke tahun 2005...huahahaha...!!!"
"Tidak....!!"
"Jangan....!!"
"Oh, No...."
"Oh, Yes..."
"Let's do it again baby"
"Tolong...sabun cucinya ketinggalan"
Suyanto, Sucipto, Sutarjo menghilang terserap dalam lingkaran dimensi waktu....
"kalian harus belajar dari peristiwa ini anak-anak ku. Kalian bertiga harus bisa menghargai wanita, karena wanita ingin di mengerti, ooh...harus kah ku mati karena mu.." Dewi kesetiaan menghilang sambil bernyanyi...
Bagaimana kelanjutan kisah 3 prajurit yang di kutuk itu...?? apakah mereka tetap menjadi Yanto, Cipto, dan Tarjo...???
* Tubikontinyu*
"Cipto, kowe ora kesel ta? kok dari tadi bolak-balik ngangkati batang pohon?"
"Heegghh.. aahh, gpp sudah biasa, kan aku perkasa..hohohoho".
Yanto cuma geleng-geleng kepala sambil terus gosok tombak (*ajeb..ajeb..ajeb..ajeb -> geleng-geleng kepala). " itu si Tarjo ngapain coba gelantungan dari tadi di po'on kesemek?". Sambil nunjuk ke Sutarjo yg lagi main ayun-ayunan pake tali kolor..
"PRAJURIIITTT....!!!!". Komandan kenceng teriak kayak Tarzan.
"SIAP KOMANDAN..!!". Sucipto, Suyanto, Sutarjo teriak gak kalah kenceng sambil langsung baris.
"Hari ini saya ada tugas penting untuk kalian bertiga. Karena mbok Surti cs sedang cuti, maka segala tugas-tugas beliau saya delegasikan kepada kalian bertiga, MENGERTI!!!. Sekarang bubar.."
"SIAP KOMANDAN..!!".
"Kerjaan mbok Surti?? kok kita sih yang ngerjain yah?". Ujar Cipto sambil garuk-garuk kepala (bawah) *halah...*
"Iyo, iku kan kerjoane wedok, yo umbah-umbah, kora-kora, ngepel lantai. Iki jenenge bukan emansipasi pria". Yanto protes.
"Betul, masa kerjaan ecek-ecek kayak gitu kita yang ngerjain". Tarjo ikutan ngedumel. "harusnya kan kita perang ato berburu, prajurit kok ngangkatin jemuran, yek gilani"
"Tapi mau gimana lagi, wong iki perintah Komandan, ya.. terpaksa kita kerjakan". Cipto mengajak kedua temannya unutk segera mengemban tugas barunya.
* * *
"To, cepetan angkut tu tumpukan cucian, diriku sama Tarjo nunggu di kali yo!"
Cipto yang badannya paling besar langsung mengangkat tumbukan cucian untuk dibawa ke kali.
"Hih...kok aku kebagian nyuci daleman sih? mana baunya udah gak ketulungan, kotorannya gak mau ilang". Tarjo keringetan ngamplas kolor merk bajol warna ijo.
"Masih enak tuh, diriku kebagian nyuci seprei baginda raja yang tau sendiri ranjangnya segede buto".
" Eh, jeh, sopo iku?? ono wedok mayan sehat tuh" tunjuk Yanto ke arah seorang gadis manis berambut panjang kuncir kuda pita merah bando biru.
"Permisi mas, mo ikutan nimbrung nyuci bareng nih.."
"Oo..ya..ya..monggo. Aduh cah ayu sopo jenenge?" Tarjo mulai mengeluarkan jurus2nya.
"Retno, Mas.." sambil mesem-mesem.
"Aduh...namanya Retno yah, manis banget kayak orangnya"Cipto mulai nakal sambil colek-colek sabun colek trus...ya nyikat lagi.
"Retno..." Tarjo masih pasang jurus. "Mau cuciin punya mas gak? nanti mas cuciin juga "punya" dek Retno....". "Huohohohoho...Hhrrr...!!" Tarjo ketawa nafsu... Yanto terlihat masih nyuci.
"Ih, mas-mas kok pada nakal sih, masa prajurit kerjanya nyuci pake goda-goda lagi...huh jijay deh". Retno sewot.
"halah.. jadi cewek kok sewot sih, kita-kita kan lekong ganteng bok..huehehe" (*kok jadi gini bahasanya)
"Iya neh, kita-kita kan perlu hiburan. jadi cowok kan capek kudu bekerja demi kelangsungan hidup, jadi boleh donk hiburan dikit"
"Enak aja, cewek itu harus disayangi dan di hormati, gak seenaknya bisa dimacem-macemin". Sambil lirik yanto yang tetep lagi nyuci.
"Jadi cewek itu sih gampang, tinggal nyuci kyak gini kerjanya sama masak, ya gak?". Cipto sama Tarjo mangut-mangut.
"Duh..Retno kalo gi ngambek jadi tambah imut, cubit dikit donk pipinya" Tarjo langsung nyubit pipi Retno. Cipto ikutan kitik-kitik si Retno. Retno panik, Retno tercebur ke kali, Retno basah (*ya iyalah...namanya juga kecebur kali). Retno basah kuyup, semakin terlihat bentuk tubuh Retno yang sintal. Tarjo ternganga, Cipto ileran, Yanto tetep nyuci. Kemben Retno sedikit melorot, Tarjo jadi nelen ludah, Cipto ileran makin deres, Yanto nyuci pake iler Cipto.
*Mengingat sudah mulai banyak anak-anak dibawah umur yg mengakses internet dan suka surfing bloq maka adegan ini akan di percepat*
Tiba-tiba....."DHUUUAARR..." Terdengar suara petir menggelegar memecahkan keheningan suasana hati di pagi hari. Tarjo makin ternganga, Cipto ileran sambil ingusan. Yanto pake payung biar gak kena iler Cipto, sambil nyuci.
Kemudian muncul sosok besar berjenggot tebal. "Wahai prajurit-prajurit nakal, kalian ternyata tidak menghargai seorang wanita, kalian tidak mengerti keinginan kaum wanita"
"Ss..siapa anda kisana?" Cipto ketakutan.
"Aku adalah Dewi kesetiaan".
"Tt..tapi Dewi kok Jenggotan??" Tarjo keceplosan.
"Hmm...kita seorang Dewi yang dobel stater, bisa dipake depan belakang...hhmm..". sambil melet-melet.
Tarjo pingsan, Cipto muntah, Yanto nyuci.
"Karena kalian sudah menghina kaum wanita, sudah tidak menghormati wanita, dan telah berbuat tidak senonoh terhadap wanita, maka kalian bertiga akan ku kutuk menjadi wanita dan ku kirim kalian ke tahun 2005...huahahaha...!!!"
"Tidak....!!"
"Jangan....!!"
"Oh, No...."
"Oh, Yes..."
"Let's do it again baby"
"Tolong...sabun cucinya ketinggalan"
Suyanto, Sucipto, Sutarjo menghilang terserap dalam lingkaran dimensi waktu....
"kalian harus belajar dari peristiwa ini anak-anak ku. Kalian bertiga harus bisa menghargai wanita, karena wanita ingin di mengerti, ooh...harus kah ku mati karena mu.." Dewi kesetiaan menghilang sambil bernyanyi...
Bagaimana kelanjutan kisah 3 prajurit yang di kutuk itu...?? apakah mereka tetap menjadi Yanto, Cipto, dan Tarjo...???
* Tubikontinyu*



1 Comments:
At 1:41 PM,
xa said…
buruaaan lanjutannyaaa!!
hehehew..
Post a Comment
<< Home